ML Pertama W

Ini sebenarnya rahasia saya, dan saya g suka rahasia, ya saya ceritakan aja nih.

saat itu saya berusia 14 tahun dan pacar saya 13 thn, tepatnya adek kelas saya, sepulang sekolah, saya mengajaknya k daerah lab ipa, kebetulan posisi lab berada d ujung gedung sekolah yang sepi sekali saat itu.

Saya sms dia, “say, ayok ketemuan”, dijawab “ok say, d mna?”, “d lab, say”. Dia datang, “ngapain nih?”, “ML yuk”, “ayo lho, tapi aku g tau caranya” dia jawab gitu.

Bla bla bla, langsung aja, dia saya tuntun “nih coba anuku dulu, say” sembari menyodorkan punya saya, “g mna caranya?” (maklum, pacarku jarang buka ‘situs’) “gini, coba mana jarimu” aku contohin pake jarinya dia, biar cepet ngerti, “ow, gitu to say” dia mengerti, dan mencobanya “sluurp, sluuurrp… hmmm… ” selang beberapa menit, sekitar 3 menitan lah ” say, gede banget, sulit nih, mulutku g cukup” sembari melumati pukon saya.

“masukin aja deh, capek gini terus” ujarnya, “y udah, kamu d atas atau d bawah?”, “d atas aja deh” dia menjawab sembari membersihkan mulutnya, “ok, udah buka CD lom?” ” udah kan? nih” dia menjawab dilanjutkan menunjukkan mekinya, bersih, putih, basah, kenyal, “wuuuiiii” ujarku, “ih, moh ah” dia menggodaku, ” ayo cepetan” nadaku sedikit marah, “ini g mna caranya kalo aku d atas?” ‘plak’ (GaBo-gaptek bokep) dia bertanya dengan mengangkat roknya hingga pangkal paha – ujung kaki terlihat, mulus gan! sumpah! langsung w suruh dia “sinih, duduk aja d atas anuku, aku bimbing nih”, dia duduk d atas punyaku, “pas in masuk k anumu ya say, yang tengah lho” ujarku, “iya iya! ini lho aku lagi,,, ahhh, mmmphhh, aduuuh, saa,,, aaahh” dia merintih, mantap gan! perawan muda! sempitnya minta ampun, sakit anu ane, “aw, sshhh,,, enak e anumu say”, dia tidak memperhatikan tetapi meneruskannya “ahh,,, aw,,, ” setelah kurang lebih 2 menit saya merasakan ada cairan hangat yang membasahi P saya, kutahu dia keluar tapi saya diam saja.

“say, gantian say, kmu yg d atas, aku capek”, saya menidurkannya, “boleh g buka bajumu say? mau nyoba itumu” “terserah deh” dia menjawab dengan sedikit mendesah, saya buka bajunya, tratarara, ada dua small tits, saya ‘pijat’2 tuh dua bakpao, putih, bening, dengan hiasan mises yang coklat bercampur merah muda, kenyoot2 trus,,, “say, geli say, udah,,,, ahhh,,, geli,,,,”, sata menyudahinya dan memasukkan P saya k V nya, ciaaaat, masih sempit aja gan! 3 kali nyoba dan ‘blesss’ lega,,,, “aaahhhh, mmmmmhhhh,,,, sakit sayang,,,” diapun merintih kenikmatan, kupercepat, semakin cepat, dan kurasakan cairan jenis itu tadi, dia melemas dan bebicara “say, jebol in gpp, aku rede, cepet nih”, “ok say” saya coba, jlub, jlub, jlub, mentok “eh, mentok say” bol jebol deh, g berdarah aku cabut P ku yang bersuara ‘plop!’. dan kita berakhir dengan lumat melumat bibir, d sela sela kegiatan itu saya sempat menjilati V nya, “geliiiiii,, udah!” di cepit kepala saya d antara pahanya yang kenyal itu dengan di dorong2 kepalaku, jahat dia memang

Anehnya, saya g keluar gan, g mna menurut agan2? ini true story, sumpah demi opo ae wes, hehe,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,

Related posts